Back to top | Ask

to top

Ask

Analisa Produk Minuman dan Susu


Uji Sterilitas untuk Produk Susu dan Minuman

Produk susu dan minuman biasanya melalui tahap pemanasan untum memperpanjang masa simpannya. Produk UHT memiliki masa simpan 6 sampai 12 bulan, sedangkan produk Extended Shelf Life (ESL) selama 4 sampai 7 minggu. Protokol umum untuk produk UHT ialah dengan menginkubasi produk pada suhu 37oC untuk aerobik dan 55oC untuk termofilik selama 5 hari dengan tambahan 2 hari untuk enumerasi bakteri. Produk ESL memiliki masa simpan 42 hari. Protokol umum membutuhkan 10 hari waktu inkubasi pada suhu 20oC ditambah 2 hari untuk enumerasi. Akibatnya, produk hanya memiliki sisa masa simpan 30 hari untuk penjualan produk. Promicol mampu melakukan uji sterilitas ini hanya dalam waktu 2 hari.

Promicol mengukur ATP dari bakteri yang telah berkembang pada kemasan . ATP bebas yang ada pada susu akan dihilangkan terlebih dahulu dengan penambahan enzim proase. Selanjutnya Promex ditambahkan untuk melepas ATP dari sel bakteri. Prolux kemudian ditambahkan untuk menghasilkan bioluminesen yang diukur dengan fotosel yang sensitif. Hasil pengukuran cahaya ini akan dikorelasikan dengan jumlah bakteri yang ada. Tidak ada preparasi sampel yang dilakukan pada metode ini. Cukup campur dan pindahkan sampel ke dalam microtiter plate dan masukkan ke dalam Promilite M4 reader. Hasil akan tersedia dalam waktu 20 menit untuk 96 sampel.

 



Enumerasi Bakteri dengan Cepat – MOCON Greenlight

Enumerasi jumlah bakteri dan kapang khamir sangatlah penting untuk fasilitas produksi makanan. Prosedur perhitungan normal pada media agar memakan waktu 24 sampai 48 jam. MOCON Greenlight merupakan teknologi revolusioner dalam menghitung jumlah bakteri menggunakan sensor oksigen. Pengujian sangat mudah dilakukan. Masukan swab atau sampel makanan ke dalam tabung vial, lalu masukkan ke dalam MOCON AP Check. Selama pengujian, inkubator internal MOCON Greenlight mempertahankan suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri dan pada saat yang bersamaan mengukur konsumsi oksigen bakteri. Mesin ini menggunakan cahaya untuk menyinari sensor platinum porphyrin di bagian bawah vial lalu mendeteksi sinyal fluoresens yang dihasilkan. Sinyal yang dihasilkan sebanding dengan jumlah oksigen. Seiiring pertumbuhan, bakteri aerobik akan melakukan respirasi dan mengkonsumsi oksigen. Oksigen yang dikonsumsi setara dengan jumlah bakteri yang ada di vial menggunakan perangkat lunak. Hasil tersedia dalam waktu 16 jam untuk 10 CFU dan 5 jam untuk 106 CFU. Sensitivitas alat ini kurang dari 15 CFU



Uji untuk Laktosa

Laktosa ialah disakarida yang ditemukan pada susu dan merupakan gabungan dari galaktosa dan glukosa. Ada terdapat sekitar 4-5% laktosa pada susu. Di dalam lambung, enzim laktase akan menghidrolisis laktosa untuk pencernaan dan kekurangan enzim ini dapat menyebabkan lactose intolerance. Jumlah laktosa adalah salah satu parameter yang menentukan kualitas pada susu. Metode ini mengikuti standar ISO 26462/IDF 214 untuk penentuan kandungan laktosa pada susu secara enzimatis dengan mengukur perbedaan nilai pH. Metode ini merupakan metode alternatif yang terstandarisasi sebagai pengganti metode HPLC untuk penentuan kadar laktosa.

 



Uji untuk L-Asam Laktat

Asam laktat dihasilkan dari fermentasi laktosa oleh bakteri. Konsentrasi asam laktat bergantung pada jumlah mikroba yang ada di susu dan menjadi indikator kesegaran susu. Proses pemanasan seperti UHT akan menghancurkan bakteri pada susu, tapi tidak untuk L-asam laktat. Pengukuran parameter ini dapat memberi gambaran tentang kualitas produk susu. Uji ini dapat dilakukan pada produk susu lainnya, seperti susu bubuk dan protein whey. Metode ini digunakan dengan instrumen analisa otomatis EC CL 10 yang menggunakan teknologi perbedaan pH. Dengan metode enzimatis, pengoperasian menjadi lebih mudah dan hasil yang akurat bisa didapatkan.

 



Test for Titratable Acidity

This is a test usually done in milk production to indicate the freshness of the milk. Bacteria in milk produces acid that can be measured even after heat treatment like pasteurization and UHT. Acidity is usually measured by acid base titration at a pH of 8.4 where the phenolphthalein indicator turns from colorless to pink. This color transition is difficult to see due to the masking effect of the milk solids. This problem is overcome with this differential pH technology of the EC CL 10 Plus analyser which uses an enzymatic method related to changes in pH.
 



Uji untuk Asam Sitrat pada Produk Jus dan Susu

Asam sitrat terdapat pada susu sebanyak 0.1-0.2%. Kadar asam sitrat akan terus menurun seiring waktu apabila produk susu diasamkan. Asam sitrat bukanlah produk dari fermentasi, melainkan dikonsumsi selama proses fermentasi. Sitrat biasanya diukur pada produk jus karena merupakan asam organik yang ditemukan pada semua buah, terutama kelompok buah jeruk. Kadar asam sitrat dari tiap jus buah berbeda beda bergantung pada tipe buah dan penggunaan pengawet asam sitrat itu sendiri.

Asam sitrat pada buah dan jus buah dapat diukur menggunakan EC CL 10 Plus. Teknologi ini berdasarkan teknologi perbedaan pH digabungkan dengan metode enzimatis untuk mengukur jumlah asam sitrat. Hasilnya ialah akurasi yang lebih baik dan kemudahan dalam melakukan pengukuran.



Uji Urea pada Produk Susu

Urea diukur pada produk susu untuk menentukan kualitasnya. Kadar urea pada susu normal ialah 24-33 mg/100 mL. Metode konvensional untuk menentukan kadar urea pada susu memakan waktu lama dan membutuhkan preparasi sampel yang padat. Pengukuran dengan metode konvensional ini sulit dikarenakan adanya interferensi dari amonium yang ada di susu. Namun, teknologi differential pH pada instrumen EC CL 10 Plus mengeliminasi interferensi dari amonium. Hasil dapat tersedia dalam waktu kurang dari 1 menit.

 



FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

................................................................................................................................................

................................................

Berapa banyak sampel yang bisa dijalankan Promicol dalam waktu satu jam ?
 

Answer

Apakah Promicol bisa menghitun jumlah bakteri yang ada di sampel ?

Answer

Berapa batas maksimum jumlah bakteri yang bisa dideteksi ?


 

Answer

Apakah Promicol bisa digunakan untuk minuman coklat ?

Answer

Apakah MOCON Greenlight terkonsumsi oleh reaksi ?

Answer

Apakah MOCON bisa digunakan untuk produk dengan warna gelap (opaque) ?

Answer

Apakah kita memerlukan pengenceran bertahap dengan metode MOCON ?

Answer

Berapa batas terendah jumlah bakteri yang bisa dideteksi oleh MOCON ?


 

Answer

For more information on the above tests contact the friendly Arasains sales staff or fill in the enquiry form.

For more questions ask Dr Lee

Caution : not all question can or will be answered

BACK TO PRODUCT PAGE